Rabu, 23 Maret 2016

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu jenis komoditas yang memberikan sumbangan yang cukup besar untuk pendapatan negara. Indonesia merupakan salah satu negara sebagai penghasil kelapa sawit yang cukup besar. Prospek budidaya kelapa sawti masih cukup cerah karena kelapa sawit digunakan untuk berbagai produk olahan termasuk minyak kelapa sawit yang menjadi bagian dari sembilan bahan poko masyarakat Indonesia saat ini.
Meskipun prospek perkebunan kelapa sawit masih sangat besar, persiapan dan cara budidaya kelapa sawit perlu dilakukan secara teliti karena tanaman kelapa sawit merupakan tanaman tahunan sehingga produksi selama puluha tahun akan sangat bergantung pada proses awal penanaman tanaman kelapa sawit itu sendiri. Tentu saja pembibitan merupakan langkah awal yang penting yang harus diperhatikan secara seksama.

Gambar Kelapa Sawit
Benih
Teknologi dalam pembibitan kelapa sawit sudah sangat berkembang. Di bidang penelitian, peneliti sudah mampu membudidayakan kelapa sawit lewat kultur jaringan yang akan mempertahankan kualitas produksi buah kelapa sawitsama persis dengan pohon induk. Akan tetapi, teknik kultur jaringan tentu akan terlalu rumit dilakukan oleh pekebun sehingga ada baiknya pekebun memilih sumber bibit yang lebih mudah seperti lewat benih kelapa sawit yang disediakan oleh balai penelitian kelapa sawit. Pekebun juga bisa menyediakan benih sendiri dengan cara mengontrol penyerbukan bunga betina pohon induk.
Tips Pembibitan
Setelah mendapatkan benih kelapa sawit dengan kualitas yang baik, pembibitan harus dilakukan di lahan datar dan tidak jauh dari sumber air. Sebagai tips ntuk mempermudah penanaman kelak, ada baiknya lokasi pembibitan terletak di tengah areal yang akan ditanami kelapa sawit. Lahan pembibitan harus bersih dari gulma dan dilengkapi dengan alat penyiraman, jalan, dan drainase.
Teknik Pembibitan
Pekebun bisa menggunakan dua teknik budidaya pembibitan yakni dengan cara langsung di polibag tanpa proses dederan dan dengan cara tidak langsung yang meliputi dua tahap berupa tiga bulan tahap pembibitan awal atau dederan dan sembilan bulan tahap pembibitan utama. Selama proses pembibitan, bibit perlu disiram dua kali sehari, dipupuk, dan diseleksi untuk mendapatkan bibit yang mampu tumbuh optimal di lahan tanam.
Syarat Tumbuh Optimal
Petani boleh saja menerapkan teknik menanam kelapa sawit tingkat tinggi yang melibatkan berbagai teknologi maju, tetapi teknik tersebut tidak akan membawa hasil yang optimal selama syarat tumbuh optimal tanaman kelapa sawit tidak dipenuhi. Kelapa sawit sangat cocok ditanam di daerah tropis dengan curah hujan rata-rata 1.500-3.00 mm per tahun. Kelapa sawit akan tumbuh optimal di dataran rendah dengan ketinggian 200-400 meter di atas permukaan laut.
Penyinaran, Suhu, dan Karakteristik Tanah
Kelapa sawit akan tumbuh dengan baik apabila lama penyinaran langsung matahari 1-7 jam setiap harinya. Buah kelapa sawit yang dihasilkan akan jauh lebih optimal saat tanaman tersebut tumbuh di daerah dengan suhu rata-rata 25-27 derajat Celcius. Tanaman kelapa sawit menuntut tanah yang gembur, subur, dan mempunyai drainase baik untuk tumbuh optimal dengan pH tanah 4,0-6,5.
Persiapan Lahan Tanam
Persiapan lahan sangat tergantung pada area perkebunan yang akan ditanami. Ada beberapa jenis area yang akan menjadi lokasi ideal penanaman kelapa sawit seperti bukaan baru pada area hutan primer dan sekunder atau area yang ditumbuhi ilalang maupun semak belukar. Selain itu, ada pula lahan konversi yang merupakan lahan yang pernah digunakan sebelumnya untuk perkebunan tanaman jenis lain. Lahan bukaan ulang merupakan lahan tanam kelapa sawit yang sebelumnya ditanami kelapa sawit.
Tahap Pembukaan Lahan Mekanis
Jika lahan sebelumnya berupa hutan atau area koversi dengan pohon yang tumbuh menjulang, pembukaan lahan secara mekanis perlu dilakukan yang diawali dengan pembabatan pendahuluan, penumbangan, perencekan, penumpukan, dan pembakaran pohon.
Penanaman Kelapa Sawit
Ada beberapa tahap persiapan penanaman yang sangat penting dan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi buah kelapa sawit itu sendiri. Pengajiran merupakan tahap yang sangat penting untuk menentukan jarak tanam antar pohon. Pengajiran dilakukan dengan sistem jarak tanam segitiga sama sisi berukuran 9 x 9 x 9 meter dengan populasi 143 pohon setiap hektarnya. Selain itu, pekebun juga bisa menerapkan jarak 9,5 x 9,5 x 9,5 meter dengan populasi per hektar sekitar 128 pohon.
Penanaman Bibit dan Tanaman Kacangan
Pembuatan lubang pohon bisa dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit dengan ukuran 60 x 60 x 60 meter atau 50 x 40 x 40 meter sesuai dengan titik tanam yang ditentukan lewat pengajiran. Barulah bibit bisa ditanam sesuai waktu yang ditentukan. Umumnya cara menanam kelapa sawit akan diikuti dengan penanaman tanaman penutup tanah antara pohon berupa tanaman kacangan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit.
Pengendalian Gulma dan Pemupukan
Pengendalian gulma merupakan bagian cara tanam kelapa sawit yang sangat penting karena gulma akan sangat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Gulma bisa dikendalikan secara manual, kimia, dan kultur teknis. Pemupukan juga merupakan proses yang penting dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan ukuran dan diberikan sesuai dengan jadwal. Selain itu, pekebun juga harus menjadwalkan pemangkasan teratur serta pengendalian hama dan penyakit agar produksi tandan kelapa sawit optimal.


Senin, 01 Februari 2016

PROPOSAL PRODUKSI BENIH TIMUN
PT. SANG SENG SEED










DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD MAHFUD  (8062)

4 ATP 1 

SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN)  TEMANGGUNG
Jl. Kadar Maron Sidorejo, KotakPos 104, Telp (0293) 4901639 Temanggung 56221


            














   PT. SANG SENG SEED  Merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yaitu memproduksi benih timun. Adapun Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi :
·         ü  Menjadi produsen benih timun yang mampu menciptakan benih unggul
Misi :
·         ü  Meningkatkan ekonomi masyarakat dalam bidang pertanian












2. Komoditas
A. Sowing
 Perlakuan benih sebelum menjadi bibit. Langkah yang harus dilakukan untukmelakukan sowing ini adalah
1.       Benih disemai ke dalam tray yang sudah terisi bokasi dan arang sekam
2.       Menutup dengan media campuran bokasi dan arang sekam tersebut dengan tipis
3.       Menutup dengan mulsa untuk mengurangi penguapan 5-7 hari



B. Persiapan Lahan


1.       Tanah digemburkan dengan dicangkul atau dibajak sedalam 20 cm-30 cm
2.       Membuat bedengan dengan ukuran tinggi 30cm-50cm, lebar bedengan 100cm-110cm, jarak bedengan 40cm-50cm. 
3.       Taburkan pupuk dasar berupa bokasi atau kompos dari kotoran kambing secukupnya dan kapur jika diperlukan
4.       Pasang mulsa dengan ukuran 110cm-120cm.
C. Penanaman
a.       Membuat lubang pada bedengan sekitar 10cm dari tepi mulsa, jarak antar lubang 50cm-60cm.
b.      Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam sedalam 4-5 cm
c.       Penanaman
Bibit siap dipindahkan pada umur 25-30 hst atau memiliki 4-5 helaian daun. Penanaman dilakukan pada sore atau pagi hari.

D. Pemeliharaan

a.       Penyiraman
Bibit yang baru saja ditanam disiram menggunakan air bersih supaya tanaman tidak stres. Penyiraman dilakukan 3 hari sekali sampai biit berumur 2 minggu setelah tanam.

b.      Penyiangan
Penyiangan dan pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali 

c.       Pemasangan turus
Pemasangan turus dilakukan saat tanaman berumur 25-30 hst. Jika melebihi 30 hst dapat merusak perakaran tanaman. Turus ditancapkan dengan jarak 5-7 cm dengan panjang turus 125 cm.

d.      Pengikatan
Dilakukan dengan cara menikat ujung bagian batang utama dan cabang air ke turus dengan sistem angka 8. 

e.      Pemupukan susulan
Pemupukan susulan dilakukan dengan melihat pertumbuhan baik pertumbuhan vegetatif maupun generatif.
  
f.        Penyemprotan
Penyemprotan dilakukan dengan melihat kondisi tanaman atau kerusakan tanaman karena hama atau penyakit.

g.       Polinasi


Polinasi bertujuan untuk mempertahankan keturusan serta memperbaiki keturunan yang dibantu oleh tenaga manusia.

h.      Panen


Panen dilakukan untuk timun yang telah masak yaitu dengan ditandai timun sudah berumur

i.         Ekstraksi


Dilakukan dengan memisahkan antara kulit timun dengan bijinya. Karena yang dibutuhkan hanyalah bijinya.

j.        Pegemasan

Pengemasan bertujuan untuk mempertahankan kualitas benih selama penyimpanan sehingga benih tetap terjamin daya tumbuh dan daya kecambahnya.bahan kemas yang diguunakan adalah bahan dari plastik karena memiliki kekuatan terhadap tekanan dan tidak mudah robek.


3.Penanganan Quality Qontrol Perusahaan
1.       Pengecekan Benih
Pengecekan benih disini meliputi kadar air dalam benih, tingkat perkecambahan, nomer benih, kenurnian benih dan keseragaman benih.

2.       Sortasi Benih
Sortasi benih adalah melakukan pemilihan antara benih yang layak digunakan dan yang kurang layak digunakan dalam melakukan pembenihan, sehingga benih seragam dan tidak tercampur dengan varietas lain.

3.       Fugasi
Fumigasi adalah perlakuan benih sebelum pengemasan dengan memberikan fungisida supaya benih tidak mudah terserang hana dan penyakit.

4.       Packing atau pengemasan
Packing adalah Bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi fisik benih agar daya tumbuh dan daya kecambah tetap tahan tanpa penyimpangan penyimpangan. Bahan kemas yang digunakan adalah bahan kemas yang memiliki kekuatan dari tekanan ,kerusakan dan tidak mudah robek.

4. Penanganan limbah perusahaan
                Limbah perusahaan ini adalah kulit timun,sisa tanaman timun,mulsa,turus,dan botol bekas pestisida. Untuk mulsa dapat digunakan kembali untuk penanaman yang akan datang atau apabila sudah tidak layak digunakan dibuang dengan cara dibakar. Turus yang sudah digunakan dapat digunakan kembali dengan cara disortasi, untuk yang masih layak digunakan dapat digunakan kembali sedangkan yang sudah rusak dibakar. Kulit buah timun dan sisa tanaman dapat diolah sebgai pupuk kompos, Dan pemanfaatan botol bekas pestisida yaitu digunakan sebagai memasang perangkap serangga.
5. HRD dan Standar Pegawai Perusahaan
                Standar kepegawaian di perusahaan ini adalah lulusan SMK/SMA sederajat serta standar kepegawaian tergantung jabatan yang diduduki oleh pegawai,apabila jabatanya tinggi maka tanggung jawab terhadap tugasnya semakin besar. Untuk hari kerja karyawan dari hari senin sampai hari kamis mulai pada pukul 07.00-16.00 istirahat mulai dari pukul 12.00-1300. sedangkan hari jum’at mulai pada pukul 07.00-16.30 istirahat mulai dari pukul 11.30-13.00. Dan sabtu, minggu libur.
6.produk hasil olah dan sasaran pemakaian lokal/eksport
                Produk yang dihasilkan berupa benih tanaman timun. Sekarang ini banyak dibutuhkan para petani karena banyak petani yang bercocok tanam timun. Benih perusahaan ini dipasarkan di daerah jawa dan diluar jawa.
7. sistem pemasaran produk
   Pemasaran produk dengan dipasarkan ke toko toko pertanian,distributor yang datang langsung ke perusahaan untuk mengambil produk sendiri,konsumen juga bisa datang langsung  untuk membeli benih yang disediakan di display pabrik, dapat juga memesan secara online, selain itu produk ini juga sudah mulai dipasarkan ke luar jawa misalnya sumatra, kalimantan, dan bali.
Disediakan pula selebaran-selebaran dan spanduk  mengenai kelebihan dan keunggualn keungulan bennih yang diproduksi kami, sehingga konsumen dapat tertarik untuk membeli benih tersebut.


8. pola kerja sama, Anak Binaan Perusahaan
                Perusahaan ini mampu bekerja sama dengan petani sekitar perusahaan serta toko-toko pengecer dengan melakukan pembinaan atau pelatihan yang bertujuan untuk mendekatkan hubungan emosional antara perusahaan dan pelanggan.

9. kepedulian ke Lingkungan sekitar perusahaan dan karyawan
                Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yaitu dengan cara memperkerjakan masyarakat disekitar perusahaan. Sehingga jumlah pengangguran dalam lingkungan perusahaan berkurang.
                PT. JAYA ABADI memberikan Reward atau penghargaan akan diberikan oleh perusahaan kepada karyawan setiap setahun sekali menjelang lebaran ‘Idul Qurban yang besarnya akan ditentukan kemudian. Adapun tujuan pemberian reward tersebut adalah untuk mendorong motifasi Karyawan dalam meningkatkan prestasi kerja. Reward dibuat dalam bentuk surat tertulis.
                Bagi karyawan yang menurut penilaian / pertimbangan perusahaan mempunyai kecakaoan luar biasa, penuh inisiatif, mempunyai semangat kerja yang tinggi, berdedikasi, bertanggung jawab dalam membantu pengembangan perusahaan, maka perusahaan akan mempertimbangan kemungkinan promosi / kenaikan jabatan pada tingkat yang lebih tinggi dengan melihat formasi struktur kepegawaian bila mengijinkan.


Minggu, 10 Mei 2015

CARA MENANAM SINGKONG SUPER YANG BAIK



CARA MENANAM SINGKONG SUPER YANG BAIK



Cara menanam singkong super yang baik - Singkong tentu sudah tidak asing lagi bagi para petani, singkong juga mempunyai nilai harga jual yang tinggi sehingga banyak para pak tani yang lebih memilih singkong sebagai tanaman kebun mereka. Singkong juga banyak yang dapat dimanfaatkan seperti daunnya juga buahnya, singkong itu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai keripik untuk camilan, diolah unruk diambil ragunya, bahkan sampai dimakan hanya dengan menggoreng atau mengukusnya, daunnya pun juga dimanfaatkan para ibu-ibu untuk sayur, ditumis ataupun disayur santan. Tapi kali ini saya bukan untuk membahas manfaat atau kandungan daun singkong, tapi kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara menanam singkong super yang baik. Berikut penjelasannya:

Iklim
  • Untuk dapat tumbuh maksimal, singkong memerlukan curah hujan 150- 200 mm pada umur 1-3 bulan, 250-300 mm pada umur 4-7 bulan, dan 100- 150 mm pada fase menjelang dan saat panen.
  • Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela pohon/singkong sekitar 10 derajat C. Bila suhunya dibawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
  • Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon/singkong antara 60-65%.
  • Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon / singkong sekitar 10 jam / hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
  • Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon / singkong adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah.
  • Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon / singkong adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
  • Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5 – 8,0 dengan pH ideal 5,8. pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0- 5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon.
Persiapan:
  • Pengukuran PH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan atau cairan pH tester.
  • Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
  • Penetapan jadwal / waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis.
  • Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga saat panen dan pasar.
Pembukaan dan pembersihan lahan:
  • Pembukaan lahan pada intinya adalah merupakan pembersihan lahan dari segala gulma (Tumbuhan pengganggu) dan akar tanaman sebelumnya.
  • Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang memungkinkan ada.
Pembentukan Bedengan:
  • Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahan penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
  • Pembentukan bedengan untuk memudahkan pemeliharaan tanaman, seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman itu sendiri.

Pengapuran:
  • Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat asam/tanah gambut, perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah Kalsit/Kaptan (CaCO3). Dosis yang
biasa digunakan adalah 1 – 2,5 ton / hektar. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan Bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.
  • Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, disukaikonsumen, dan sesuai untuk daerah penanam.
  • Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
  • Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam.
  • Batang telah berkayu dan berdiameter ± 2,5 cm lurus.
  • Belum tumbuh tunas-tunas baru.
  1. Penanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang digunakan pada pola monokulturan adalah 80 x 120 cm.
  2. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk hayati SOT HCS yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman di lahan, hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit.
  3. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek Ketela Pohon, kemudian tanamlah sedalam 5 – 10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam saja.

  • Penyulaman
    Lakukan penyulaman yakni dengan cara mencabut dan diganti atau disulam. Penyulaman dilakukan pada pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas.
  • Penyiangan
    Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/tanaman liar/tanaman pengganggu yang hidup disekitar tanaman. Dalam satu musim, minimal dilakuakan penyiangan 2 kali. Periode kritis atau periode tanaman harus bebas dari tanaman pengganggu adalah antara 5 – 10 minggu HST (Hari Setelah Tanam). Bila tanaman peengganggu tidak terkendali selama periode kritis tersebut, produktivitas dapat turun sampai 75% jika dibandingkan dengan kondisi tanpa gangguan tanaman liar/pengganggu.
  • Pembubunan
    Lakukan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman dan setelahnya dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila  tanah disekitar pohon terkikis karena hujan atau karena yang lain, maka perlu dilakukan penimbunan ulang.
  • Perempelan/Pemangkasan
    Perempelan/Pemangkasan tunas perlu dilakukan kerana minimal setiap pohon harus mempunyai 2 atau 3 cabang, hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang.
Pemupukan perlu dilakukan dengan Pupuk Kandang yang telah diolah terlebih dahulu dengan POLA HCS. Jika pupuk kandang berasal dari ternak yang belum menggunakan SOC HCS, maka kebutuhan per hektar sebanyak 2 ton. Namun jika kotoran berasal dari ternak yang telah menggunakan SOC HCS, maka kebutuhan per hektar hanya 8 kwintal.




Kondisi lahan Ketela Pohon dari awal tanam sampai umur 4-5 bulan HST (Hari Setelah Tanam) selalu daam keadaan lembab, tapi tidak terlalu becek. Pada tanah kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan. Pada musin kering, penyiraman dilakukan dengan cara menyiram langsung namun cara ini dapat merusak gundukan tanah di pangkal pohon, yang lebih baik adalah dengan system genangan dengan tujuan agar air dapat meresap ke tanah.
  • Ciri dan Umur Panen
    Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon telah mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk varietas dalam.
  • Cara Panen
    Ketela pohon dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah.

  • Pengumpulan
    Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.
  • Penyortiran dan Penggolongan
    Pemilihan atau penyortiran umbi ketela pohon sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.




http://nangimam.blogspot.com/2014/02/cara-menanam-singkong-super-yang-baik.html
Copyright © 2014 Mahfud